Infrastruktur pelayanan publik seperti SATUSEHAT tidak hanya dituntut untuk andal, tapi juga harus bisa melayani dengan efektif dan efisien. Maka, informasi yang berkaitan harus mudah bagi penggunanya dalam menjawab berbagai pertanyaan dalam menggunakan pelayanan publik.
Kementerian Kesehatan kemudian melahirkan Resource Center Digitalisasi Kesehatan untuk memastikan arus informasi lebih cepat. RC Kemkes bertujuan untuk memperlancar arus informasi yang lebih lancar.
Selama ini, saluran informasi mengenai integrasi SATUSEHAT mengandalkan pada proses penyuluhan dan call center. Digital Transformation Office Kemkes, Dinas Kesehatan daerah, hingga asoiasi bahu membahu untuk memberikan penyuluhan mengenai integrasi SATUSEHAT. Kemkes juga memiliki grup percakapan apabila Fasyankes memiliki pertanyaan.
Namun, penyuluhan akan selalu memiliki kendala: SDM tak sebanding dengan kebutuhan pelayanan. Proses integrasi SATUSEHAT mengharuskan pemahaman yang solid dari tim internal Fasyankes yang jumlahnya sampai 29 ribu unit. Dengan jumlah yang banyak tidak akan pernah sebanding dengan angka pegawai Kemkes dan Dinkes.
RC Kemkes hadir untuk menjadi referensi rujukan agar bisa dengan mudah diakses oleh publik dan mampu menjawab seluruh pertanyaan. Rancangan usability platform menggunakan konsep knowledge base, sebuah sistem pengelolaan informasi sebagai pengetahuan yang memudahkan pencarian dan pembacaan. Pendekatan lebih banyak format interaksi text-centric dalam bentuk artikel.
Namun isinya tidak hanya artikel biasa. Setiap informasi tidak dirancang sebagai berita, namun pengetahuan absolut atau Single source of truth (SSOT). SSOT dalam knowledge base mengacu pada satu sumber informasi yang tepercaya dan akurat sebagai sumber utama data untuk semua keperluan. Konsep ini penting untuk memastikan konsistensi dan keandalan informasi dalam knowledge base.
Knowledge Base
Banyak pemerintah dunia mengandalkan knowledge base sebagai pilar utama komunikasi publik. Media sosial tetap terpakai, tapi terkendala sulitnya pencarian dan tak menjangkau seluruh pengguna. Layanan call center tetap ada, tapi terkendalan jumlah SDM. Dengan knowledge base, publik dapat dengan mudah mencari layanan dalam satu laman digital.
Pemerintah Amerika Serikat memiliki https://www.usa.gov/, kemudian Inggris memiliki https://www.gov.uk/, dan Islandia memiliki https://www.gov.is. Laman pemerintahan berbentuk knowledge base lebih berbentuk kumpulan artikel yang dikelompokkan dalam kategori pelayanan publik.
Hal ini membuat laman knowledge base pemerintahan lebih berisi informasi pelayanan publik. Misalnya laman milik pemerintah AS yang menjabarkan 18 kebutuhan publik seperti administrasi kependudukan hingga beasiswa pemerintah. Bahkan knowledge base di Islandia juga memiliki artikel soal bagaimana memelihara hewan ternak, tanpa repot-repot harus bertanya ke Dinas Peternakan setempat.
Knowledge Mapping
Pemahaman terbentuk dari sebuah proses berpikir. Memberikan pemahaman yang baik melalui knowledge base membutuhkan susunan yang menyesuaikan berbagai skenario kebingungan, bahkan memahami apa yang orang awam pikirkan tentang SATUSEHAT. Untuk merancang knowledge base yang benar-benar menyelesaikan permasalahan user, maka diperlukan knowledge mapping.
Knowledge mapping adalah proses untuk memvisualisasikan hubungan antara berbagai konsep dan informasi dalam knowledge base. Hal ini dapat membantu pengguna untuk memahami struktur knowledge base dan menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan lebih mudah.
Sebagai informasi resmi pemerintah, informasi digitalisasi kesehatan harus sesuai ketentuan yakni Permenkes No 18 Tahun 2022. Menurut Permenkes No 18 Tahun 2022, seluruh layanan kesehatan harus mengikuti standar pengelolaan data kesehatan yang autentik, akurat, mutakhir, terpadu, dan mudah diakses.
Seturut dengan Permenkes No 18 Tahun 2022, Kemkes menyatukan seluruh interaksi data dalam platform Rekam Medis Elektronik SATUSEHAT pada November 2023. RME SATUSEHAT ini mengharuskan seluruh fasyankes terlibat dalam penerapannya. Berikut alur yang harus ditempuh fasyankes:
Menurut bagan di atas, fasyankes perlu memiliki dorongan untuk melakukan digitalisasi secara mandiri dimulai dari modernisasi layanan. Proses modernisasi ini terekam dalam scoring Digital Maturity Indes. Tahapan modernisasi lanjutannya adalah penerapan RME, yang kemudian dapat terintegrasi pada RME Satusehat.
Skor Digital Maturity Index saat ini hanya menyentuh angka 2 dari nilai maksimal 5. Angka DMI ini menandakan bahwa tahapan DMI fasyankes rata-rata tak. Belum lagi masalah kasat mata kualitas layanan kesehatan antar-daerah di Indonesia.
Perbedaan level pengetahuan ini perlu ditangani. Di RC Kemkes, kami memodifikasi pendekatan regulasi yang sangat prosedural menjadi pendekatan naratif agar seluruh pemangku kepentingan dapat mendapat informasi di level yang sama.
Saat ini konten di RC Kemkes dikelompokkan berdasarkan pemahaman regulasi yakni 1) Digital Maturity Index, 2) Rekam Medis Elektronik, dan 3) Integrasi SATUSEHAT. Kemudian di dalamnya terdiri dari subkategori yang menandakan proses langkah demi langkah.
RC Kemkes juga memungkinkan unggahan artikel opini blog. Sebuah knowledge base tidak hanya menerapkan SSOT atau pengetahuan tunggal. Referensi pengetahuan lain seperti analisis pakar, success story, hingga panduan praktis juga tersedia di RC Kemkes.
Platform
Teknologi web menjadi solusi yang bisa membuat semua orang dapat mengakses. Penetrasi internet yang hampir 100 persen di seluruh Indonesia memungkinkan akses layanan 24 jam. Sehingga tidak mustahil menghadirkan satu ruang yang bisa dijangkau jutaan orang untuk mewujudkan tujuan besar Kemkes.
RC Kemkes menggunakan skema platform Knowledge Management System (KMS). Berbeda dengan Content Management System, KMS memungkinkan pengkategorian konten yang lebih memudahkan navigasi user dan penerapan alur kerja organisasi dengan lebih fleksibel.
Sebagai platform yang akan dimanfaatkan oleh staf fasyankes di seluruh Indonesia, teknologi web harus menerapkan aksesibilitas tinggi. RC Kemkes dirancang untuk mematuhi WCAG AA, yang membuatnya dapat menanggulangi aksesibilitas digital
Selain itu, RC Kemkes juga memiliki mesin pencarian sendiri. Masyarakat Indonesia terbiasa menggunakan mesin pencarian. Menurut data Statcounter Globalstats, lebih dari 97,33% pengguna internet Indonesia rutin menggunakan Google.
Pertaruhan utama RC Kemkes adalah kemampuan memberikan referensi yang valid. Perlu tata kelola yang benar-benar rapi antara seluruh pemangku kepentingan seperti Pusdatin Kemkes, DTO Kemkes, Technical Working Group, dan fasyankes. Proses pembuatan konten diatur dalam user management yang memungkinkan penerapan birokrasi. Karena, proses penulisan dan editing tidak boleh dilakukan sembarang orang.
Pembuatan artikel dalam knowledge base ini dirancang dalam rich text editor untuk menulis dan mengedit teks. Teks editor ini dapat merancang teks, gambar, hingga susunan kode.