Proses integrasi SATUSEHAT dapat melalui beragam cara, salah satunya dengan menerapkan sistem informasi kesehatan buatan dinas kesehatan setempat. Fasyankes di daerah tak perlu repot-repot merancang RME sendiri atau bahkan melibatkan vendor. Contoh menarik adalah Kota Mojokerto yang menerapkan sistem seragam untuk seluruh fasyankes dan berupaya memenuhi standar SATUSEHAT.
Pemkot Mojokerto mengembangkan platform GAYATRI yang merupakan akronim dari GerbAng laYanan informAsi terpadu dan terintegRasi. Melalui GAYATRI, seluruh data kesehatan diproses dan dikumpulkan. Data yang ada terdiri dari layanan primer, pencatatan obat, data rumah sakit, dan pendataan kesehatan masyarakat.
Platform GAYATRI telah menjadi andalan Kota Mojokerto dalam mengelola 6 rumah sakit, 6 puskesmas induk, 10 puskesmas pembantu, dan 20 klinik kesehatan, yang melayani 123.434 penduduk. Platform ini berlaku sebagai SIMPUS untuk seluruh Puskesmas hingga menjadi SIMRS untuk skala rumah sakit. Pembiayaan pembangunan sistem mengandalkan APBD Kota Mojokerto, tanpa membebani biaya operasional tambahan dari fasyankes.
Melalui Gayatri, fasyankes telah mendapatkan berbagai fitur untuk menopang proses digitalisasi. GAYATRI telah terhubung dengan Dispendukcapil yang dapat memudahkan penarikan data NIK penduduk. Fasilitas tambahan lainnya seperti p-Care BPJS juga memudahkan pasien mendapat fasilitas dari BPJS Kesehatan. Selain itu, GAYATRI juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan dengan fitur pencatatan antrean.
Untuk mengikuti ketentuan tata kelola data kesehatan, Pemkot Mojokerto berupaya untuk menjadikan GAYATRI sebagai platform sesuai standar SATUSEHAT. GAYATRI telah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik. Saat ini GAYATRI tengah berproses untuk menjalani alur pendaftaran sebagai penyedia RME SATUSEHAT.
Misalnya dengan penerapan big data yang akan dikembangkan ke dalam Center Data View. Sebagai sebuah analytics, Center Data View dilengkapi dengan fitur-fitur pendukung filter statistik yang memudahkan pengguna dalam mengakses data, seperti filter waktu, kategori umur, lokasi, serta metode pembayaran. Data ini berisi tentang penyakit yang paling banyak terjadi di puskesmas, presentase penggunaan BPJS, presentase kunjungan berdasarkan jenis kelamin, dan presentasi kunjungan berdasarkan umur.
Apabila sistem informasi kesehatan sesuai dengan standar, dinkes dan fasyankes tidak akan kesulitan dalam terintegrasi dengan SATUSEHAT.